Sosial

Where Is The Light?

Admin 15 June 2026 72 Views

Di Mana Cahaya Itu?



Saya sering bertanya pada diri sendiri, di tengah hiruk pikuk politik, perdebatan, dan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan:



Di mana cahaya itu? 



Apakah cahaya ada di ruang rapat yang penuh argumentasi?

Apakah cahaya ada dalam angka-angka pembangunan yang terus kita kejar? Ataukah cahaya justru ada di tempat yang lebih sederhana; di teras rumah warga, di warung kopi pinggir jalan, di cerita-cerita yang disampaikan dengan mata yang penuh harapan? Semakin lama saya berada dalam dunia politik, semakin saya menyadari bahwa cahaya itu bukan tentang jabatan. Bukan pula tentang siapa yang paling keras berbicara.



Cahaya itu ada ketika seorang petani merasa hasil kerjanya dihargai.

Ketika seorang anak muda menemukan harapan untuk masa depannya.

Ketika seorang ibu tidak lagi khawatir tentang pendidikan anaknya.

Ketika masyarakat merasa ada yang benar-benar mendengarkan.



Politik sering kali mengajarkan tentang bagaimana memimpin. Namun masyarakat mengajarkan saya bagaimana mendengar. Karena itu saya memilih untuk tetap dekat. Tetap hadir. Tetap membuka ruang percakapan. Sebab dari setiap keluhan, kritik, dan harapan yang disampaikan masyarakat, saya menemukan alasan mengapa perjuangan ini harus terus dilanjutkan.



Saya percaya, kebenaran tidak selalu datang dalam bentuk kemenangan. Kadang ia hadir dalam bentuk keteguhan untuk tetap berjalan di jalan yang benar, meski jalannya panjang dan tidak selalu terang. Dan mungkin, setelah perjalanan yang cukup jauh, saya mulai menemukan jawaban dari pertanyaan itu.



Di mana cahaya itu?



Cahaya itu ada dalam kepercayaan yang diberikan masyarakat.

Cahaya itu ada dalam keberanian untuk tetap jujur.

Cahaya itu ada dalam pengabdian yang dilakukan dengan tulus.



Politik adalah tentang menjadi lentera kecil yang membantu orang lain menemukan jalannya.


Komentar (1)

AFRIZA AKHID KHOIRUDDIN 15 Jun 2026 18:31
p

Berikan Komentar